JURNAL KEGAGALAN #4 - Sebuah "Mengapa"


Sebuah "Mengapa" - 4


Gak terasa, gue pun lulus kuliah sampai Wisuda. Bahagia banget rasanya, akhirnya gue mampu mengumpulkan ilmu yang bisa menunjang karir gue lebih baik lagi di masa depan supaya bisa bahagiain nyokap.

Meskipun mampu memakai Toga dan membanggakan bisa kuliah beasiswa, tapi bagi gue impian nyokap bukanlah melihat gue memakai Toga dan lulus kuliah beasiswa. Gue harus berjuang meraihkan impiannya.

Dengan bermodalkan skill dan ilmu dari hasil kuliah beasiswa, gue pun memutuskan untuk membuka usaha. Bukan gue gak mau kerja di perusahaan orang lain, tapi gue yakin Allah memberi 9 jalan rejeki lebih banyak di jalan usaha ini. Yang gue yakini juga akan mengantarkan gue kepada impian nyokap lebih dekat.

Setelah setahun lebih lulus kuliah, ternyata manisnya hasil usaha tidaklah sama seperti pahit prosesnya. Sampai sekarang gue masih belum bisa berikan apa yang nyokap impikan.

Rasanya gue pengen nyerah, pengen gantung diri aja. Tapi berkali2 nyokap selalu menjadi Wonder Woman gue. Dia menyemangati gue dengan kata2nya yang penuh kekuatan. Dia bilang, "Adi terus berjuang, jangan nyerah, jangan berhenti. Emak yakin Adi pasti bisa." Damn, perih banget rasanya.  

Bersambung ...

0 comments